Thursday, 9 April 2015

PENELITIAN META-ANALISIS

Pengertian Meta Analisis
Meta-analisis merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian. (Borg, 1983.)
Meta-analisis merupakan studi dengan cara menganalisis data yang berasal dari studi primer. Hasil analisis studi primer dipakai sebagai dasar untuk menerima atau mendukung hipotesis atau menolak/ menggugurkan hipotesis yang diajukan oleh beberapa peneliti (Sugiyanto, 2004).
Meta analisis pada hakekatnya merupakan sintesis sebuah topik yang diambil dari beberapa laporan penelitian. Berdasarkan sintesis tersebut ditarik sebuah kesimpulan mengenai topik yang diteliti. Penelitian ini menggunakan hasil-hasil penelitian yang sejenis sebagai data dasar dalam melakukan kajian dan kesimpulan.
Meta analisis secara sederhana dapat diartikan sebagai analisis diatas analisis. Sebagai penelitian, meta analisis merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis.
Dengan kata lain, meta-analisis sebagai suatu teknik ditujukan untuk menganalisis kembali hasil-hasil penelitian yang diolah secara statistik berdasarkan pengumpulan data primer. Hal ini dilakukan untuk mengkaji keajegan atau ketidakjegan hasil penelitian yang disebabkan semakin banyaknya replikasi atau verifikasi penelitian, yang sering kali justru memperbesar terjadinya variasi hasil penelitian.

Tujuan
Tujuan meta-analisis pada umumnya, yaitu:
·         Untuk memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel
·         Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis (nilai p) maupun estimasi (interval kepercayaan)
·         Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding) agar tidak mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.

JENIS-JENIS PENELITIAN META ANALISIS  
1.            Penelitian Eksperimental. Penelitian eksperimental adalah metode ilmiah yang paling meyakinkan. Karena peneliti sebenarnya memberikan perlakuan yang berbeda dan kemudian studi efek mereka, hasil dari penelitian jenis ini cenderung mengarah pada menerima atau menolak interpretasi secara jelas. 
2.            Penelitian Korelasional. Jenis penelitian ini dapat membantu kita membuat prediksi lebih cerdas. Singkatnya, penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variabel yang satu atau lebih ada hubungan dari beberapa tipe. Pendekatan ini memerlukan manipulasi tidak ada pada bagian peneliti selain melayani iklan-instrumen (s) yang diperlukan untuk mengumpulkan data yang diinginkan. 
3.            Penelitian Penyebab-Perbandingan. Tipe lain dari penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebab atau konsekuensi dari perbedaan antara kelompok-kelompok orang, ini disebut kembali pencarian kausal-komparatif. Namun demikian, meskipun masalah penafsiran, studi kausal-komparatif adalah nilai dalam mengidentifikasi kemungkinan penyebab variasi yang diamati dalam pola perilaku siswa. Dalam hal ini, mereka sangat mirip dengan studi korelasional. 
4.            Penelitian Survei. Tipe lain dari menentukan data penelitian untuk memperoleh karakteristik yang spesifik sebuah kelompok. Ini disebut survei pencarian ulang. Ini macam pertanyaan terbaik dapat dijawab melalui berbagai teknik survei yang mengukur sikap berbagai faktor terhadap kebijakan pemerintahan. Sebuah survei deskriptif melibatkan pasangan pertanyaan yang sama menanyakan (sering disiapkan dalam bentuk pertanyaan tertulis kuesioner atau tes kemampuan) dari sejumlah besar individu seluruh siswa melalui pos, melalui telepon, atau secara pribadi. Ketika sebuah jawaban untuk satu set pertanyaan diminta secara pribadi, penelitian ini disebut wawancara. Kemudian tanggapan dicatat dan dilaporkan, biasanya dalam bentuk frekuensi atau persentase dari mereka yang menjawab dengan cara tertentu untuk setiap pertanyaan. 
5.            Penelitian Etnografi. Penekanan dalam jenis penelitian adalah mendokumentasikan atau menggambarkan pengalaman sehari-hari individu dengan mengamati dan wawancara mereka dan orang lain yang relevan. Sebuah ruang kelas SD, misalnya, mungkin dapat diamati pada kebiasan sebagai dasar, para siswa dan guru dilibatkan mungkin diwawancarai dalam upaya untuk menjelaskan, sepenuhnya dan sebanyak mungkin, apa yang terjadi di kelas. 
6.            Penelitian Sejarah. Anda mungkin sudah akrab dengan sejarah-pencarian kembali. Dalam hal ini jenis penelitian, beberapa aspek masa lalu dipelajari, baik oleh meneliti dokumen periode atau oleh individu wawancara yang hidup selama ini. Peneliti kemudian mencoba untuk merekonstruksi sebagai ketepatan mungkin apa yang selama waktu itu dan untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Masalah utama dalam penelitian sejarah adalah memastikan bahwa dokumen atau individu benar-benar datang dari (atau hidup selama) periode yang diteliti, dan sekali ini tidak dapat dipungkiri, bahwa memastikan apakah dokumen atau perkataan individu itu benar. 
7.            Penelitian Tindakan. Penelitian Tindakan berbeda dari semua metodologi sebelumnya dengan dua cara mendasar. Yang pertama adalah bahwa generalisasi untuk orang lain, pengaturan, atau situasi adalah minimal penting. Mencari generalisasi yang kuat, penelitian tindakan (sering guru atau profesional pendidikan lainnya, lebih baik daripada peneliti profesional) fokus pada mendapatkan informasi yang akan mampu untuk merubah kondisi mereka dalam situasi tertentu yang mereka secara pribadi terlibat.  

METODE PENELITIAN META ANALISIS 
Menurut Glass (dalam Sutrisno, 2007), meta-analisis dimulai dengan menetapkan domain penelitian yang akan ditelusuri. Penetapan domain itu dapat dilakukan berdasarkan variabel bebas, variabel terikat, atau hubungan sebab akibat. Langkah berikutnya adalah memilih jenis publikasi yang akan dikumpulkan misalnya buku teks, laporan hasil penelitian, artikel yang ditulis untuk jurnal, makalah yang disampaikan dalam seminar, monogram dan lain-lain. Selain menentukan jenis publikasi yang akan dikumpulkan, perlu juga dilakukan penentuan batas waktu atau periode publikasi itu. Pembatasan periode waktu perlu dilakukan bukan hanya untuk kepentingan praktis tapi juga untuk kekhassannya.
Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan litetatur. Setelah banyak sumber terkumpul dan sudah diseleksi yang akan dimeta-analisis maka dari sumber tersebut diambil intisarinya saja. Peneliti perlu mencatat variabel bebas dan variabel terikat beserta definisi konseptual dan definisi operasionalnya, serta sejumlah variabel metodelogi, misalnya jens penelitian, cara pengambilan sampel, statistik yang digunakan dalam analisis, jenis instrument dan karakteristiknya.
Kemudian langkah selanjutnya adalah menghitung effect size per sumber dan setelah itu selesai, peneliti dapat menganalisis effect size ini menurut jenis variabel bebasnya dan variabel metodelogi yang digunakan. Setelah semua selesai maka dapat dilanjutkan dengan pembuatan laporan. 

Jammie 2004; Sutrisno, Hery, Kartono 2007 juga mengemukakan tahapan dalam mengerjakan meta-analisis, diantaranya :
  1. menetapkan domain penelitian yang akan dirangkum
  2. memilih jenis publikasi yang akan dikumpulkan
  3. mengumpulkan hasil penelitian atau literature
  4.  mencatat data-data (variabel-variabel) penelitian
  5.  menghiting efek size per sumber atau penelitian
  6.  menginterpretasi rangkuman dan membuat laporan

Kesimpulan
Penelitian Meta-analisis adalah analisis studi yang menggabungkan dua atau lebih penelitain orisinil/terdahulu secara sistematis dengan tujuan untuk mendapatkan kebenaran, serta fakta-fakta  dengan menggunakan metode tertentu yang hasilnya untuk mendapatkan penelitian terbaru yang dapat menjawab permasalahan terkini dari penelitian terdahulu.

Daftar Pustaka
http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.102-106%20Meta%20Analisis.pdf (jurnal) diakses pada hari kamis tanggal 09-04-2015 jam 18.40 WIB
http://fni-statistics.blogspot.com/2013/10/penelitian-meta-analisis.html (Blog) diakses pada hari kamis tanggal 09-04-2015 jam 18.50 WIB