PENELITIAN
META-ANALISIS
Pengertian
Meta Analisis
Meta-analisis
merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan
kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil
penelitian. (Borg, 1983.)
Meta-analisis
merupakan studi dengan cara menganalisis data yang berasal dari studi primer.
Hasil analisis studi primer dipakai sebagai dasar untuk menerima atau mendukung
hipotesis atau menolak/ menggugurkan hipotesis yang diajukan oleh beberapa
peneliti (Sugiyanto, 2004).
Meta analisis pada hakekatnya merupakan
sintesis sebuah topik yang diambil dari beberapa laporan penelitian.
Berdasarkan sintesis tersebut ditarik sebuah kesimpulan mengenai topik yang
diteliti. Penelitian ini menggunakan hasil-hasil penelitian yang sejenis
sebagai data dasar dalam melakukan kajian dan kesimpulan.
Meta analisis secara sederhana dapat
diartikan sebagai analisis diatas analisis. Sebagai penelitian, meta analisis
merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis.
Dengan kata lain, meta-analisis sebagai suatu teknik
ditujukan untuk menganalisis kembali hasil-hasil penelitian yang diolah secara
statistik berdasarkan pengumpulan data primer. Hal ini dilakukan untuk mengkaji
keajegan atau ketidakjegan hasil penelitian yang disebabkan semakin banyaknya
replikasi atau verifikasi penelitian, yang sering kali justru memperbesar
terjadinya variasi hasil penelitian.
Tujuan
Tujuan
meta-analisis pada umumnya, yaitu:
·
Untuk memperoleh estimasi
effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel
·
Melakukan inferensi dari
data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis (nilai p) maupun
estimasi (interval kepercayaan)
·
Melakukan kontrol terhadap
variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding) agar tidak
mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.
JENIS-JENIS PENELITIAN META ANALISIS
1.
Penelitian Eksperimental. Penelitian
eksperimental adalah metode ilmiah yang paling meyakinkan. Karena peneliti sebenarnya
memberikan perlakuan yang berbeda dan kemudian studi efek mereka, hasil dari
penelitian jenis ini cenderung mengarah pada menerima atau menolak interpretasi
secara jelas.
2.
Penelitian Korelasional. Jenis penelitian
ini dapat membantu kita membuat prediksi lebih cerdas. Singkatnya, penelitian
korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variabel yang satu atau
lebih ada hubungan dari beberapa tipe. Pendekatan ini memerlukan manipulasi
tidak ada pada bagian peneliti selain melayani iklan-instrumen (s) yang
diperlukan untuk mengumpulkan data yang diinginkan.
3.
Penelitian Penyebab-Perbandingan. Tipe lain dari penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan
penyebab atau konsekuensi dari perbedaan antara kelompok-kelompok orang, ini
disebut kembali pencarian kausal-komparatif. Namun demikian, meskipun masalah
penafsiran, studi kausal-komparatif adalah nilai dalam mengidentifikasi
kemungkinan penyebab variasi yang diamati dalam pola perilaku siswa. Dalam hal
ini, mereka sangat mirip dengan studi korelasional.
4.
Penelitian Survei. Tipe lain dari
menentukan data penelitian untuk memperoleh karakteristik yang spesifik sebuah
kelompok. Ini disebut survei pencarian ulang. Ini macam pertanyaan terbaik
dapat dijawab melalui berbagai teknik survei yang mengukur sikap berbagai
faktor terhadap kebijakan pemerintahan. Sebuah survei deskriptif melibatkan
pasangan pertanyaan yang sama menanyakan (sering disiapkan dalam bentuk
pertanyaan tertulis kuesioner atau tes kemampuan) dari sejumlah besar individu
seluruh siswa melalui pos, melalui telepon, atau secara pribadi. Ketika sebuah
jawaban untuk satu set pertanyaan diminta secara pribadi, penelitian ini
disebut wawancara. Kemudian tanggapan dicatat dan dilaporkan, biasanya dalam
bentuk frekuensi atau persentase dari mereka yang menjawab dengan cara tertentu
untuk setiap pertanyaan.
5.
Penelitian Etnografi. Penekanan dalam
jenis penelitian adalah mendokumentasikan atau menggambarkan pengalaman
sehari-hari individu dengan mengamati dan wawancara mereka dan orang lain yang
relevan. Sebuah ruang kelas SD, misalnya, mungkin dapat diamati pada kebiasan
sebagai dasar, para siswa dan guru dilibatkan mungkin diwawancarai dalam upaya
untuk menjelaskan, sepenuhnya dan sebanyak mungkin, apa yang terjadi di
kelas.
6.
Penelitian Sejarah. Anda mungkin
sudah akrab dengan sejarah-pencarian kembali. Dalam hal ini jenis penelitian,
beberapa aspek masa lalu dipelajari, baik oleh meneliti dokumen periode atau
oleh individu wawancara yang hidup selama ini. Peneliti kemudian mencoba untuk
merekonstruksi sebagai ketepatan mungkin apa yang selama waktu itu dan untuk
menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Masalah utama dalam penelitian sejarah
adalah memastikan bahwa dokumen atau individu benar-benar datang dari (atau
hidup selama) periode yang diteliti, dan sekali ini tidak dapat dipungkiri,
bahwa memastikan apakah dokumen atau perkataan individu itu benar.
7.
Penelitian Tindakan. Penelitian
Tindakan berbeda dari semua metodologi sebelumnya dengan dua cara mendasar.
Yang pertama adalah bahwa generalisasi untuk orang lain, pengaturan, atau
situasi adalah minimal penting. Mencari generalisasi yang kuat, penelitian
tindakan (sering guru atau profesional pendidikan lainnya, lebih baik daripada
peneliti profesional) fokus pada mendapatkan informasi yang akan mampu untuk
merubah kondisi mereka dalam situasi tertentu yang mereka secara pribadi
terlibat.
METODE PENELITIAN
META ANALISIS
Menurut Glass (dalam Sutrisno, 2007), meta-analisis dimulai
dengan menetapkan domain penelitian yang akan ditelusuri. Penetapan domain itu
dapat dilakukan berdasarkan variabel bebas, variabel terikat, atau
hubungan sebab akibat. Langkah berikutnya adalah memilih jenis publikasi yang
akan dikumpulkan misalnya buku teks, laporan hasil penelitian, artikel yang
ditulis untuk jurnal, makalah yang disampaikan dalam seminar, monogram dan
lain-lain. Selain menentukan jenis publikasi yang akan dikumpulkan, perlu juga
dilakukan penentuan batas waktu atau periode publikasi itu. Pembatasan periode
waktu perlu dilakukan bukan hanya untuk kepentingan praktis tapi juga untuk
kekhassannya.
Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan litetatur. Setelah
banyak sumber terkumpul dan sudah diseleksi yang akan dimeta-analisis maka dari
sumber tersebut diambil intisarinya saja. Peneliti perlu mencatat variabel
bebas dan variabel terikat beserta definisi konseptual dan definisi
operasionalnya, serta sejumlah variabel metodelogi, misalnya jens penelitian,
cara pengambilan sampel, statistik yang digunakan dalam analisis, jenis
instrument dan karakteristiknya.
Kemudian langkah selanjutnya adalah menghitung effect
size per sumber dan setelah itu selesai, peneliti dapat
menganalisis effect size ini menurut jenis variabel bebasnya
dan variabel metodelogi yang digunakan. Setelah semua selesai maka dapat
dilanjutkan dengan pembuatan laporan.
Jammie 2004; Sutrisno, Hery, Kartono 2007 juga mengemukakan
tahapan dalam mengerjakan meta-analisis, diantaranya :
- menetapkan domain penelitian yang
akan dirangkum
- memilih jenis publikasi yang akan
dikumpulkan
- mengumpulkan hasil penelitian atau
literature
- mencatat
data-data (variabel-variabel) penelitian
- menghiting
efek size per sumber atau penelitian
- menginterpretasi
rangkuman dan membuat laporan
Kesimpulan
Penelitian
Meta-analisis adalah analisis studi yang menggabungkan dua atau lebih
penelitain orisinil/terdahulu secara sistematis dengan tujuan untuk mendapatkan
kebenaran, serta fakta-fakta dengan
menggunakan metode tertentu yang hasilnya untuk mendapatkan penelitian terbaru
yang dapat menjawab permasalahan terkini dari penelitian terdahulu.
Daftar
Pustaka
http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.102-106%20Meta%20Analisis.pdf (jurnal) diakses pada hari kamis tanggal 09-04-2015
jam 18.40 WIB
http://www.unhas.ac.id/hasbi/LKPP/Hasbi-KBK-SOFTSKILL-UNISTAFF-SCL/Mental%20Model/meta_analisis_avin.pdf (Jurnal) diakses pada hari kamis tanggal
09-04-2015 jam 18.30 WIB
http://fni-statistics.blogspot.com/2013/10/penelitian-meta-analisis.html (Blog) diakses pada hari kamis tanggal
09-04-2015 jam 18.50 WIB
http://astvat-ereta.blogspot.com/2013/04/apa-sih-yang-dimaksud-penelitian-meta_5007.html (blog) diakses pada hari kamis 09-04-2015
jam 20.00
